Kamis, 22 Desember 2011

Menciptakan Rutinitas Tidur yang Baik



Settling your baby
Settling your baby

Petunjuk untuk Mendorong Bayi Tidur Nyenyak

Membuat bayi baru lahir untuk tidur merupakan suatu proses eliminasi. Artinya, ini adalah proses eliminasi sebagian besar faktor yang menghambat bayi untuk tidur, sehingga Anda bisa memperoleh rasa percaya diri saat menghadapi perilaku normal bayi ketika ia berusaha untuk tenang. Bayi baru lahir membutuhkan 30 sampai 60 menit untuk mencapai tidur yang nyenyak dan perlu Anda ketahui bahwa bahkan setelah Anda menghilangkan semua faktor pengganggu, perilaku dan rasa tidak tenang yand dialami bayi merupakan hal yang wajar.  

Proses eliminasi berlangsung sebagai berikut:

  • Perhatikan agar bayi cukup makan. Dari pagi hingga siang, gunakan maksimal satu jam untuk mendorong bayi Anda makan. Bangunkan bayi bila ia mengantuk dan susui dengan istirahat 5 – 10 menit bila perlu. Upayakan bayi menyusu yang lama hingga kenyang jadi Anda yakin ia tidak lapar. Jika bayi tertidur setelah menyusu hanya sebentar kemudian Anda baringkan di ranjang dan menemukan bahwa dia belum tenang atau bangun terlalu cepat, Anda akan mengira bahwa ia lapar. Akhirnya menyusui bayi di sana-sini menjadi kebiasaan.  
  • Periksa dan/atau ganti popoknya sebelum menidurkannya. Pastikan ia tidak basah atau kotor. Bentuk kebiasaan dan jangan merasa takut membaringkan bayi saat ia terjaga. Bayi yang berhasil tidur sendiri dari keadaan sadar tapi rileks akan tidur lebih baik.  
  • Bedonglah bayi dengan baik dan jauhkan tangannya dari wajah. Kondisi ini membantu menghilangkan rasa tidak aman bayi dan menenangkannya. Bayi baru lahir belum mampu mengontrol gerakannya, karenanya bila tidak dibedong, ia akan terus terjaga karena tangannya bergerak-gerak di sekitar wajahnya.  
  • Gendong bayi secara tegak di pundak Anda untuk beberapa menit. Posisi ini membantunya rileks dan mengeluarkan angin yang ada, sekaligus memberi rasa aman yang dibutuhkan untuk ketenangan. Bayi akan merasa tenang saat Anda membaringkannya.  
  • Tidurkan di ranjang dengan baik. Bayi baru lahir senang merasa aman. Semakin sedikit mereka menggeliat, semakin cepat bisa tenang. Baringkan si kecil dalam kondisi dibedong dan selimuti dengan selembar kain yang diselipkan di kedua sisi tempat tidur. Pastikan bagian atas selimut jauh dari wajahnya agar udara dapat mengalir bebas.  
  • Pasang musik di kamar bayi dari CD atau radio. Pastikan agar musik mengalun selama bayi tidur. Musik atau suara membantu menenangkan bayi. Suara yang terus terdengar di kamar membantu bayi mengabaikan rangsangan lain dan menghilangkan rasa kesepian dan tidak berdaya.  
  • Tinggalkan bayi agar menjadi tenang sendiri. Bila tidak berhasil dan ia menangis, kembalilah dan hilangkan faktor-faktor pengganggu yang Anda pikir menjadi penyebab rasa tidak tenangnya. Anda bisa mengangkat dan memeluknya. Tindakan ini memberi kesempatan bayi mengeluarkan angin yang tersisa dan memberi keyakinan agar ia tenang. Setelah beberapa menit dan bayi tenang, baringkan dan coba lagi.
  • Jika bayi masih gelisah, kembali padanya dan coba menepuk atau mengayunnya.  
  • Dengan bertambahnya usia, bayi akan terbiasa dengan waktu tidurnya karena Anda menerapkan teknik-teknik yang sama secara konsisten. Dengan meningkatnya kematangan bayi, ia mulai mampu menenangkan dirinya tanpa terlalu banyak didampingi.
Informasi lebih lanjut tentang tips penenangan dan bagaimana mengajarkan bayi untuk tidur nyenyak, dapat dilihat di Maternal Matters website.


Perkembangan Otak Bayi



Baby's Brain Development
Di dunia yang terobsesi dengan apa-apa yang lebih cepat, lebih baik dan lebih kuat, bukanlah suatu kejutan apabila filosofi “berbuat lebih banyak” juga mulai mengikutsertakan anak-anak kita. Ada banyak sekali mainan yang berjanji untuk mencerdaskan bayi Anda di dalam rahim dan kartu-kartu flash sudah menjadi hal yang umum. Akan tetapi, apakah hal-hal ini benar-benar efektif? Seberapa banyak yang dapat dipelajari seorang bayi di bawah satu tahun selain ketrampilan dasar seperti duduk, mengunyah dan, terkadang berjalan? Ann Friedrick, seorang ibu dari dua anak dari Portland, Ore., tidak yakin seberapa banyak yang dapat dipelajari anak-anaknya sebelum mereka berusia satu tahun, tapi menurutnya memperkaya masa-masa ini tidak akan ada ruginya. "Pada saat itu saya tidak mengetahui apakah kegiatan-kegiatan ini akan memiliki pengaruh terhadap anak saya, tapi saya pikir, adalah tugas seorang ibu untuk mencoba," katanya. "Saya memainkan musik klasik, memberikan mainan yang merangsang visual dan sering melakukan percakapan verbal secara tatap muka dengannya."
Friedrick, sebagaimana banyak ibu lainnya, tidak bermaksud untuk menciptakan seorang jenius; dia hanya ingin memperkaya kehidupan bayinya dengan cara yang bisa dilakukannya. Tapi seberapa banyak pengayaan yang tinggal pada bayi sebelum usianya satu tahun?

Otak Bayi Baru Lahir yang Ajaib

Janet Doman adalah seorang spesialis dalam perkembangan otak anak dan stimulasi bayi dan merupakan penulis dari How Smart Is Your Baby? Develop and Nurture Your Newborn's Full Potential (Square One Publishing, 2006). Dalam 35 tahun pengalamannya, dia telah menyaksikan sendiri seberapa banyak yang dapat dilakukan oleh otak seorang bayi.
"Pada saat dia lahir, seorang bayi secara fungsional buta, tuli dan tidak dapat merasa," kata Doman. "Jalur sensorik ini tumbuh dan berkembang berdasarkan rangsangan. Jalur sensorik tumbuh bila stimulasi visual, pendengaran dan taktil yang tepat diberikan dengan frekuensi, intensitas dan durasi yang tepat."
Sebagai contoh, Doman berkata bahwa seorang bayi yang baru lahir biasanya memiliki refleks cahaya yang tidak sempurna. "Refleks cahaya terlihat bila bayi diekspos terhadap cahaya dan pupilnya mengecil sebagai respon terhadap cahaya itu," katanya. "Semakin cepat refleks ini menjadi matang dan konsisten, semakin cepat bayi mengembangkan kemampuan untuk melihat profil dan kemudian detail. Hal ini sangat mudah dilakukan dan membutuhkan sedikit waktu, tapi akan berarti bahwa bayi akan dapat melihat detail beberapa minggu atau bulan lebih cepat dibandingkan bila kita hanya bergantung pada stimulasi tanpa sengaja. Ini adalah stimulasi dengan maksud, bukan hanya stimulasi tidak disengaja."
Doman mengatakan bahwa ini adalah satu contoh stimulasi sensorik bagi bayi. Program stimulasi sensorik penuh untuk bayi baru lahir atau beberapa bulan pertama dalam hidupnya melibatkan stimulasi sangat singkat untuk kelima jalur sensorik (penglihatan, pendengaran, sentuhan, perasa dan penciuman). Stimulasi singkat ini membantu setiap jalur untuk menjadi matang. Dengan tumbuh dan matangnya jalur-jalur sensorik tersebut, mereka akan menjadi lebih berguna bagi bayi. Mama dan Papa dapat mempelajari bagaimana mengevaluasi jalur-jalur sensorik ini agar mereka dapat menentukan apa yang dibutuhkan bayi berikutnya dan apa yang tidak lagi dibutuhkannya di setiap bidang.

Otak Tumbuh Karena Dipakai

Merupakan misteri mengapa otak tumbuh karena dipakai, tapi faktanya menunjukkan begitu. Otak tumbuh secara eksplosif antara pembuahan hingga usia 6 tahun.
"Belajar adalah fungsi terbalik dari usia," kata Doman. "Semakin kecil bayi, semakin cepat dia belajar. Bila bayi diberikan stimulasi visual, pendengaran dan taktil dengan frekuensi, intensitas dan durasi yang lebih banyak dan diberikan peluang mobilitas, bahasa dan kompetensi manual yang lebih baik, dia akan berkembang dengan lebih cepat di semua bidang. Hal ini akan meningkatkan pemahamannya secara menyeluruh tentang dunia di sekitarnya dan sangat meningkatkan interaksinya dengan keluarganya. Kebahagiaan, kesehatan dan kesejahteraan umum bayi juga akan meningkat secara signifikan dengan stimulasi dan peluang."

Koneksi Bahasa

Doman berkata bahwa bila Anda menumbuhkan satu daerah di otak, semua daerah akan mengalami peningkatan dalam derajat tertentu. Program stimulasi dan peluang yang menyeluruh akan meningkatkan perkembangan bahasa. Dia berkata bahwa hal ini seperti efek domino.
"Bayi yang baru lahir awalnya memiliki pernapasan yang sangat buruk," kata Doman. "Hal ini membuatnya sulit membuat bunyi-bunyian sekehendaknya. Dengan bertambah baiknya penglihatan bayi, dia ingin lebih banyak bergerak. Bila dia diberi peluang untuk bergerak di lantai, dia akan bergerak. Bila dia diberi kesempatan untuk bergerak lebih sering, pernapasannya akan membaik. Dengan mampunya dia bernapas secara lebih baik, dia dapat mengeluarkan bunyi-bunyi yang lebih baik. Semakin banyak suara yang dibuatnya, semakin banyak mama merespons suara-suara itu. Semakin banyak mama dan bayi saling bercakap-cakap, semakin cepat mama menghilangkan batasan suara dan memahami apa yang dikatakan bayi."
Doman percaya bahwa bayi sangat ingin dipahami. Sebagian besar bayi tidak dapat dipahami hingga mereka berusia 12 sampai 14 bulan. Menurut beliau proses ini dapat terjadi bahkan sebelum bulan 3 dan 4.
Francois Thibaut adalah direktur dan pendiri The Language Workshop for Children di New York City. Dia mendirikan The Language Workshop for Children pada tahun 1973 setelah mengajarkan bahasa Perancis di tingkat SMA dan perguruan tinggi. Setelah melakukan banyak riset, dia menyadari bahwa tidak ada sekolah di Amerika yang mengambil spesialisasi dalam pengajaran bahasa untuk anak kecil (apalagi untuk bayi dan batita). Karenanya, dia membuka program sendiri untuk mengaplikasikan teori dan metode pengajaran yang dikembangkannya. Programnya berhasil mengajarkan bahasa lain kepada bayi-bayi.
"Manusia memiliki kemampuan yang hampir tidak ada batasnya dalam membagi kode-kode linguistik," kata Thibaut. "Sebagai contoh, apakah Anda bingung dengan makna dari ‘rumah’, 'house,' 'casa' dan 'maison.' Tidak, karena mereka adalah kata-kata yang berbeda dengan makna yang sama. Dengan seketika kita mengenali makna mereka karena pikiran kita telah membagi dan menyimpan maknanya. Anak-anak yang sangat kecil memiliki kemampuan yang sama dalam membagi dan menyimpan makna."
Menurut Thibaut, bayi-bayi mulai mengartikulasikan kata-kata pertama mereka dengan jelas antara 8 dan 20 bulan karena mereka telah menyerap dan menyimpan suara-suara dari suatu bahasa dan menghubungkan makna ke suara-suara tersebut. "Sebelumnya mereka mulai mengucapkan ‘kata awal’, yang lebih dikenal dengan ocehan, di usia semuda 5 bulan," kata Thibaut. "Walaupun ocehan mereka terdengar tidak berarti bagi kita, bayi sudah mulai berbicara kepada kita, berusaha menyampaikan makna dan berusaha untuk mengulang apa yang dikatakan orang dewasa di sekitar mereka."
Thibaut berkata bahwa bayi sangatlah sensitif dan reseptif terhadap semua yang mereka dengar dan lihat. Otak mereka diprogram untuk menyimpan dan kemudian mengingat kembali semua suara dan semua pola kata. " Otak seorang bayi membentuk neuron terpisah yang dengannya mereka menyimpan setiap suara yang mereka dengar," kata Thibaut. "Mari memprogram anak-anak untuk menjadi orang dewasa yang paling artikulat dan komunikatif yang dapat mereka capai."
Program Thibaut melakukan hal ini dengan permainan aksi konsentrasi bahasa, permainan terstruktur, permainan dengan alat bantu visual, alat-alat dan lagu-lagu yang kaya kosa-kata. "Antara 8 hingga 20 bulan, batita memulai apa yang disebut sebagai ‘tahap satu kata’ oleh para ahli bahasa" kata Thibaut. "Sebelumnya, mereka hanya mendengar dan menyimpan apa yang mereka dengar. Ini merupakan puncak dari masa kritis mereka – saat dimana kapasitas neurologikal mereka untuk menyerap dan menyimpan bahasa berada di titik paling tinggi."
Pastinya, bayi yang sangat kecil dapat belajar. Dengan stimulasi dan perhatian, anak Anda dapat mempelajari apa yang memang akan mereka lakukan setelah lahir – berkomunikasi dengan orang tua mereka. Dan bahkan bila mereka tidak menjadi anak ajaib berikutnya, Anda mungkin telah memberikan mereka hadiah berharga untuk hidup mereka selanjutnya – rasa senang akan pembelajaran dan komunikasi.

Apa Yang Perlu Dilakukan dan Tidak Boleh Dilakukan dalam Stimulasi Bahasa

Janet Doman, penulis buku How Smart Is Your Baby? Develop and Nurture Your Newborn's Full Potential (Square One Publishing, 2006), menawarkan beberapa tips berikut:
Lakukanlah hal-hal di bawah ini:
  • Selalu mendengarkan bayi.
  • Tunjukkan bahwa Anda mendengarkan.
  • Bersabarlah menunggu responnya.
  • Terimalah fakta bahwa bayilah yang menentukan apakah dia ingin merespon atau tidak; sepenuhnya merupakan pilihan baginya.
  • Responlah apa yang dikatakannya.
  • Sambutlah dengan antusias setiap usaha yang dibuat bayi untuk berbicara.
  • Berikan makna untuk suara-suara khusus yang diucapkan bayi berkali-kali.
  • Gunakan kata-kata yang benar ketika berbicara dengan bayi.
Jangan lakukan:
  • Menggunakan “ocehan bayi” dengan bayi.
  • Tidak menghiraukan bayi.
  • Menanyakan pertanyaan dan tidak memberikan waktu bagi bayi untuk menjawab.
  • Tidak menjawabnya.
  • Meniru atau menertawakan suara-suara yang dibuatnya.
  • Mengoreksi pelafalannya.
  • Memaksanya untuk menjawab atau memberi respon.
Oleh Teri Brown.  Artikel ini dipersembahkan oleh:

Bertambah Cerdas Setiap Hari



Growing Smarter Every Day

Pemusatan Perhatian yang Bertambah

Apa tanda-tandanya bahwa pikiran anak Anda sedang terbentuk? Untuk awalnya, setelah ulang tahunnya yang kedua, Anda mungkin melihat suatu peningkatan besar dalam apa yang disebut oleh para psikolog sebagai perhatian selektif atau terfokus – kemampuan menghilangkan gangguan dari luar dan berkonsentrasi pada satu hal pada suatu waktu. Di usia 25 bulan, sebagian besar anak dapat berfokus pada satu kegiatan secara menerus untuk beberapa menit, dan bahkan untuk waktu yang lebih lama bila ada orang dewasa yang terlibat dalam kegiatan itu bersama mereka. "Anak seusia ini memiliki sedikit kemampuan berpikir abstrak," menurut Sharen Hausmann, direktur pada Smart Start Georgia, sebuah lembaga yang bekerja untuk memperbaiki kualitas pengasuhan anak kecil. "Bila Anda memberikannya sebuah truk mainan, mereka akan memahami bahwa mereka dapat memutar rodanya dan truknya akan berjalan."
Walaupun sebagian konsep abstrak seperti "manis," atau "berat," mungkin masih terlalu berat untuk anak usia ini mengerti, Hausmann menambahkan, "mereka dapat menghubungkan benda dengan gambar dan memilah benda-benda berdasarkan bentuk atau warna." Anak Anda dapat mengenali lingkaran, kotak dan segitiga sekarang, sehingga menggabung-gabungkan puzzle sederhana menjadi lebih mengasyikkan. Dalam beberapa hal, faktanya, dunia merupakan satu puzzle besar yang sedang berusaha dipahami anak Anda – sebuah proses yang terkadang mengharuskan mereka melepaskan beberapa bagiannya, hanya agar dia dapat menyatukannya kembali.
Anak-anak di usia ini juga mulai memahami konsep angka; misalnya, bila Anda bertanya pada anak Anda yang berusia dua tahun apakah dia menginginkan satu atau dua potong biskuit, pasti dia akan menjawab "dua!"

Memahami Sebab dan Akibat

Bukti lebih lanjut bahwa anak Anda bertambah cerdas: Pemahamannya mengenai sebab dan akibat bertambah canggih. Ketika dia masih bayi, dia segera melihat bahwa menangis dari tempat tidurnya akan menghasilkan sesuatu. Ini mengajarkannya bahwa dia memiliki sedikit kontrol atas lingkungannya, karena menangis dapat membawa efek yang diinginkannya: Anda datang ke ruangannya dan menggendongnya atau memberinya makan.
Sekarang dia juga melihat bahwa kegiatan ini menyebabkan lampu menyala ketika Anda masuk ke ruangan – tapi hanya kadang-kadang. Mengapa hanya kadang-kadang? Apakah tangisannya yang menyalakan lampu? Apakah itu Anda? Atau itu hanyalah sinar matahari yang masuk ke dalam ruangannya? Seiring dengan bertambahnya pemusatan perhatiannya dan kemampuan pengamatannya, anak Anda lama-lama melihat Anda menyalakan tombol lampu untuk menghasilkan efek tersebut, dan memahami hubungannya.

Eksperimen dan Pengulangan

Dengan bertambahnya mobilitas dan kelihaian jari-jarinya, anak Anda yang berusia dua tahun siap menguji teori sebab dan akibatnya dengan lebih mendalam. Untuk memecahkan misteri tombol lampu, dia mungkin akan berusaha mendorong bangku menuju dinding, memanjatnya dan membuat ruangan berubah dari terang ke gelap dan sebaliknya. Dia akan berusaha melakukan banyak eksperimen sebab dan akibat: Apakah menara balok selalu jatuh bila didorongnya? Apakah sepupunya juga akan jatuh? Apakah papa selalu menggunakan Suara Besar bila dia menarik ekor anjing? Karena pengulangan sangat penting dalam pembelajaran, anak Anda akan melakukan eksperimen sebab dan akibat yang sama berkali-kali.
Dalam usahanya untuk memahami logika yang mendasari berbagai peristiwa dalam hidupnya, anak Anda akan berkembang dalam rutinitas. Dia akan meminta Anda untuk menyanyikan lagu yang sama berulang kali, terutama bila lagu tersebut melibatkan suatu pergerakan, untuk memahami kosa katanya dan melihat apakah hal yang sama selalu terjadi dalam lagu tersebut. Dan perilaku ini akan meningkat bila Anda menciptakan pola harian yang konsisten, karena pengulangan rutinitas membantu mempermudah masa transisi dan memberikan stabilitas bagi anak di usia ini. Anak berusia dua tahun mengantisipasi apa yang akan terjadi selanjutnya, tidak merasa terlalu cemas dengan hal-hal yang tidak diketahuinya, dan lebih dapat mengontrol dorongan dalam dirinya. Contohnya, bila anak Anda mengetahui bahwa dia harus mengangkat mainan sebelum dia memperoleh cemilan di pagi hari, Anda akan mengurangi pekerjaan Anda dan dia akan merasa lebih independen.

Menyusahkan Orang Itu Timbul Secara Alami

Sementara itu, dalam usahanya menjadi penguasa dunianya, anak Anda tidak hanya akan membuat berantakan, tapi dia juga akan terlibat dalam kesulitan. Dia mungkin memanjat kursi, kemudian ke meja tinggi dan kemudian ke atas kulkas untuk mengambil biskuit yang dilihatnya Anda simpan. Atau dia menyadari bahwa dia bisa bermain dengan mainan kakaknya yang terlarang – asal dia mengendap-endap ke kamar kakaknya pada jam sekolah, ketika dia tidak ada di sana untuk menghentikannya.
Tapi, Hausmann mengingatkan kita bahwa anak Anda bukanlah dengan sengaja melawan. "Ini adalah waktu dalam hidup anak Anda ketika dia ingin merencanakan berbagai hal secara independen dan berusaha memecahkan masalahnya sendiri. Anak-anak pada usia ini memiliki banyak strategi untuk belajar hal-hal baru. Berikan mereka lingkungan yang aman dan mendorong, maka mereka akan termotivasi untuk mengembangkan ketrampilan kognitif mereka dengan kecepatan yang akan membuat Anda tercengang."

Mengapa Anak-anak Merengek?

Akan tetapi, banyak anak melatih kegiatan yang sama gigihnya dan melelahkannya bagi orang tua mereka: merengek. Mengapa anak-anak merengek? Pada dasarnya, merengek adalah "amukan dalam bentuk mini," kata Sharen Hausmann, direktur dari Smart Start Georgia. Merengek ditimbulkan oleh banyak pemicu yang sama seperti pemicu amukan: kelaparan, kelelahan, terlalu banyak stimulasi, ketidakmampuan untuk mengartikulasikan emosi, dan, lama-kelamaan, kebiasaan. Merengek adalah perilaku yang sering dihubungkan dengan periode perkembangan dimana anak merasa kewalahan, atau mengantisipasi kegagalan atau kekecewaan, tambah Hausmann. "Mereka merasa dikalahkan atau lelah bahkan sebelum mereka berusaha melakukan sesuatu."
Batita menggunakan kebiasaan merengek karena mereka cepat belajar bahwa hal ini memberi hasil. Seperti seekor nyamuk di telinga Anda, rengekan hampir tidak mungkin diabaikan. Bukannya batita Anda sedang berusaha mengesalkan Anda, dia hanya seorang pejuang yang akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang diinginkannya (yaitu membuat Anda menyerah). Bila yang diperlukan adalah suara hidung yang tidak ada hentinya untuk mencapai tujuannya, ya itulah yang akan dikeluarkan.
Para orang tua juga menambah kebingungan bagi batita mengenai merengek ini karena mereka terkadang menyerah hanya untuk menghentikannya. Selain itu, anak Anda tidak menyadari betapa mengganggunya rengekannya. Dia hanya tahu bahwa suara khusus itu membuat Anda berdiri dan memperhatikannya. "Kita terlalu sibuk sampai seringkali mengabaikan anak-anak kita untuk bercakap-cakap di telepon genggam atau melakukan hal lain," kata Hausmann, "sehingga anak-anak kita akhirnya menggunakan intonasi suara yang lebih bisa memaksa. Semuanya ditujukan untuk memperoleh perhatian kita.

Agar Anak Percaya diri

Membesarkan Anak yang Percaya Diri


Raising a confident child
Setiap orang tua ingin membesarkan anak yang percaya diri. Anak yang mandiri, yang menghadapi tantangan baru dengan antusiasme dan yang bangga akan apa yang dicapainya. Anak yang percaya diri adalah anak dengan kepercayaan diri yang tinggi, seorang individu yang menghargai dan menyukai dirinya sendiri. Kunci membesarkan anak yang percaya diri adalah dengan memastikan bahwa anak Anda memiliki rasa percaya pada dirinya sendiri yang kuat. Kepercayaan diri anak Anda menentukan perilakunya. Bila anak Anda memiliki kepercayaan diri yang tinggi, dia akan berlaku dengan cara yang membuatnya bahkan lebih menghargai dan menyukai dirinya sendiri. Anak-anak yang memiliki kepercayaan diri rendah cenderung untuk bertindak dengan cara yang memperkuat perasaan bahwa mereka tidak ada gunanya dan dibutuhkan usaha besar untuk meyakinkan mereka bahwa mereka dapat berbuat lebih baik!
Secara umum, Anda dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri anak Anda dengan membantu anak Anda memperoleh perasaan puas akan dirinya sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan memenuhi empat kondisi keterhubungan, keunikan, kekuasaan dan perilaku contoh.
Rasa keterhubungan mengacu kepada perasaan seorang anak bahwa dia terhubung dengan sesuatu atau seseorang. Anak Anda perlu mengetahui bahwa sesuatu atau seseorang yang penting adalah miliknya, misalnya mama dan papa. Dia juga perlu mengetahui bahwa orang-orang dan benda-benda yang terhubung dengannya dianggap penting oleh orang lain. Membantu anak Anda merasa terhubung ke tubuhnya sendiri dan mengajarinya untuk mempercayai tubuhnya untuk bekerja padanya juga penting bila Anda sedang berusaha membentuk kepercayaan diri anak Anda.
Yang Dapat Anda Lakukan:
  • Tunjukkan rasa sayang melalui kontak fisik dan ekspresi wajah yang positif
  • Beritahu anak Anda bahwa Anda merasa senang dengannya dengan kata-kata
  • Berilah pujian yang spesifik, misalnya, "Papa senang sekali ketika kamu berbicara dengan lembut kepada adikmu."
  • Bantulah anak Anda memahami konsekuensi dari perilakunya, terutama bila Anda melihat bahwa perilaku positifnya memiliki pengaruh baik pada orang-orang di sekitarnya
  • Ceritakan perasaan, minat, hobi, kegiatan dan pengalaman keluarga Anda pada anak Anda
  • Dengarkan anak Anda tanpa menghakiminya setiap waktu
  • Lakukan sesuatu untuk anak Anda sebagai pengakuan atas kebutuhan atau minat khususnya, misalnya, memperbolehkannya ikut les musik ketika dia menunjukkan minat
Dengan memiliki banyak peluang untuk menjadi kreatif, anak Anda belajar menikmati menjadi individu yang berbeda, meningkatkan rasa keunikannya dan hormat pada diri sendiri. Rasa keunikan berarti bahwa anak butuh merasa spesial dan mengetahui bahwa orang lain juga merasa bahwa dia spesial.

Yang Dapat Anda Lakukan:
  • Dorong anak Anda untuk mengemukakan idenya yang mungkin berbeda dari ide Anda
  • Tunjukkan pada anak Anda betapa spesialnya dia
  • Sedapat mungkin perbolehkan anak Anda untuk melakukan berbagai hal sebagaimana yang diinginkannya dan tingkatkan peluang bagi anak Anda untuk mengekspresikan dirinya secara kreatif
  • Hindari menertawakan atau mempermalukan anak Anda
  • Bantulah anak Anda untuk menemukan cara-cara mengekspresikan diri yang dapat diterima. Contohnya, beritahu dia bahwa menggambar di dinding adalah hal yang tidak dapat diterima, tapi dia bebas menggambar di papan tulis
Bantu anak Anda untuk merasa bahwa dia memiliki pengaruh atas apa yang terjadi dalam dirinya. Untuk memastikan bahwa anak Anda merasa nyaman ketika memenuhi kewajibannya, dia perlu mengetahui bagaimana caranya membuat keputusan, memecahkan masalah dan mengetahui bagaimana menghadapi tekanan dan stres sehingga tidak kehilangan kontrol diri. Bila anak Anda percaya bahwa dia umumnya dapat melakukan apa yang ingin dilakukannya dan menentukan hal-hal penting dalam hidupnya, dia akan memiliki rasa berkuasa yang baik.
Yang Dapat Anda Lakukan:
  • Didik anak Anda dalam hal kewajiban pribadi. Contohnya, ketika anak Anda marah, beritahu dia bahwa hanya dia sendiri yang bertanggungjawab atas perasaan dan perilakunya ketika dia marah.
  • Ketika merencanakan kegiatan bagi anak Anda, berikan banyak pilihan
  • Bantulah anak Anda agar mengetahui bagaimana dia mengambil keputusan
  • Ajari anak Anda cara-cara yang lebih baik untuk memecahkan masalah
  • Rencanakan kegiatan sehingga anak Anda memiliki cukup banyak peluang untuk mengalami keberhasilan. Khususnya, ketika dia menunjukkan bahwa dia dapat melakukan sesuatu dengan baik, biarkan dia melakukannya
  • Bantulah anak Anda untuk menetapkan batasan bagi dirinya dan orang lain
Ketika anak Anda mengaitkan dirinya dengan seorang tokoh panutan, dia merasa lebih percaya diri bahwa kemampuannya untuk membedakan yang benar dari yang salah, dan yang baik dari yang buruk. Dia akan mampu memahami apa yang terjadi dalam hidupnya dan akan mengetahui standar yang digunakan untuk menilainya, baik di sekolah maupun di rumah. Sebagai hasilnya, dia akan menyadari apa itu tujuan dan akan mengusahakannya agar tercapai, membangun kepercayaan dirinya seiring dengan bertambah banyaknya pengalamannya. Pengalaman baru bukan lagi menjadi hal yang menakutkan.
Yang Dapat Anda Lakukan:
  • Bantu anak Anda memahami nilai-nilai yang dipercayainya dan beritahu nilai-nilai yang Anda pegang
  • Bantu anak Anda menetapkan tujuan yang wajar dan dapat dicapai untuk dirinya sendiri
  • Beritahu anak Anda akan apa yang menjadi harapan Anda dan jelaskan standar kinerja yang digunakan
  • Jadilah tokoh panutan yang baik bagi anak Anda
  • Bantulah anak Anda memperluas pengalamannya
Anak yang percaya diri biasanya tumbuh di antara orang-orang yang juga penuh percaya diri. Cintailah anak Anda dan janganlah menjalankan kehidupan Anda melalui kehidupannya. Beri dia kepercayaan yang diperlukannya untuk menjelajahi dunia di sekitarnya dan untuk berkembang menjadi in